Tiga Negara, Satu Turnamen
Piala Dunia 2026 bukan edisi biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen ini digelar di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Format ini belum pernah dicoba sebelumnya di level Piala Dunia, dan FIFA memilih pendekatan ini sebagian karena kapasitas stadion AS yang luar biasa besar. SoFi Stadium di Los Angeles, misalnya, mampu menampung lebih dari 70.000 penonton.
Meksiko sendiri sudah dua kali menjadi tuan rumah Piala Dunia, pada 1970 dan 1986. Kali ini mereka berbagi panggung. Tiga kota di Meksiko akan dipakai: Guadalajara, Monterrey, dan Mexico City. Kanada baru pertama kali menjadi tuan rumah. Vancouver dan Toronto masuk dalam daftar venue resmi.
Jumlah Tim Bertambah Drastis
FIFA memutuskan memperluas peserta dari 32 menjadi 48 tim mulai 2026. Keputusan ini diumumkan sejak 2017, dan sampai sekarang masih memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola. Satu kubu bilang lebih banyak tim berarti lebih banyak negara berkembang punya kesempatan tampil. Kubu lain khawatir kualitas pertandingan di fase grup akan merosot karena banyak laga tidak kompetitif.
Argumen kedua itu bukan tanpa dasar. Di Piala Dunia 2022, sudah ada beberapa laga grup yang sangat satu sisi. Bayangkan jika jumlah tim ditambah 16 lagi tanpa seleksi ketat. Tapi FIFA sudah memutuskan, dan tidak ada tanda-tanda kebijakan ini akan dibalik.
Format Baru yang Membingungkan
Dengan 48 tim, format turnamen berubah total. Ada 12 grup berisi empat tim, dan dua tim teratas plus delapan peringkat ketiga terbaik lolos ke babak 32 besar. Babak 32 besar ini adalah hal baru yang tidak ada di edisi sebelumnya. Artinya, total ada 104 pertandingan, naik dari 64 di Qatar 2022.
Jadwal pertandingan otomatis lebih padat. Para pemain dari tim yang lolos jauh berpotensi bermain delapan pertandingan, bukan tujuh. Buat klub-klub Eropa yang sudah mengeluhkan kepadatan kalender, ini jelas kabar buruk. Tapi buat penonton yang ingin menonton lebih banyak laga, ini surga tersendiri. Kalau kamu tertarik mencoba tebak skor piala dunia, edisi 2026 ini bakal jauh lebih seru karena lebih banyak pertandingan yang bisa kamu ikuti.
Siapa Favorit Juara?
Pertanyaan ini selalu muncul dua tahun sebelum turnamen dimulai. Brasil dan Argentina hampir selalu ada di daftar. Argentina datang sebagai juara bertahan setelah kemenangan dramatis di Qatar, dan Lionel Messi kemungkinan besar sudah pensiun dari timnas saat 2026 tiba. Itu kerugian besar yang tidak bisa ditutup hanya dengan nama besar.
Prancis tetap kuat. Kylian Mbappé masih di usia produktifnya. Jerman sedang dalam fase transisi di bawah Julian Nagelsmann, dan mereka bermain di Piala Eropa 2024 sebagai tuan rumah, yang memberikan sinyal bagaimana progres mereka. Inggris, seperti biasa, akan datang dengan ekspektasi tinggi dan pulang dengan kekecewaan. Tapi siapa tahu, mungkin 2026 tahunnya berbeda.
Peluang Asia Pasca-Qatar
Qatar 2022 jadi momen penting bagi sepak bola Asia. Jepang mengalahkan Jerman dan Spanyol di fase grup. Korea Selatan lolos dari grup yang sama dengan Brasil dan Portugal. Arab Saudi mengalahkan Argentina. Prestasi-prestasi itu bukan kebetulan, dan tren ini kemungkinan berlanjut.
Dengan slot Asia bertambah dari 4,5 menjadi 8 di Piala Dunia 2026, lebih banyak tim dari kawasan ini akan hadir. Indonesia sendiri sedang membangun ulang timnas di bawah Patrick Kluivert setelah sebelumnya dipoles Shin Tae-yong. Apakah Garuda bisa lolos? Kalkulasi poin di kualifikasi masih berjalan, dan tidak ada yang bisa dipastikan sekarang.
Kota-Kota Tuan Rumah di AS
Amerika Serikat mendapat porsi terbesar dari segi jumlah venue. Sebanyak 11 kota dipilih sebagai tuan rumah, termasuk New York, Los Angeles, Dallas, Miami, dan Seattle. Final rencananya digelar di MetLife Stadium di East Rutherford, New Jersey, tepat di luar kota New York. Stadion ini berkapasitas sekitar 82.000 kursi dan sudah terbiasa menampung acara besar seperti Super Bowl.
Cuaca jadi pertimbangan penting. Turnamen dijadwalkan mulai Juni hingga Juli 2026, dan beberapa kota AS di bulan itu bisa sangat panas. Dallas di Texas, misalnya, sering menembus 38 derajat Celsius di musim panas. FIFA sudah memikirkan ini dan berencana mengatur jadwal laga siang hari seminimal mungkin di kota-kota beriklim ekstrem.
Tiket dan Antusiasme Publik
Penjualan tiket resmi baru dibuka sebagian, tapi minat publik sudah sangat tinggi. Ribuan orang mendaftar ke program ballot FIFA hanya dalam beberapa jam setelah portal dibuka. Harga tiket kategori terendah dimulai dari sekitar 100 dolar AS untuk fase grup, tapi harga di pasar sekunder sudah melonjak jauh lebih tinggi bahkan sebelum turnamen dimulai.
Buat yang tidak sempat atau tidak mampu membeli tiket langsung, ada banyak cara lain untuk menikmati turnamen. Nonton bareng di berbagai kota, streaming legal, atau sekadar bermain tebak skor bersama teman-teman sambil menonton siaran langsung. Cara terakhir itu yang bikin Piala Dunia terasa lebih personal.
Berapa Lama Lagi?
Piala Dunia 2026 dijadwalkan dimulai pada 11 Juni 2026 dan berakhir pada 19 Juli 2026. Masih ada cukup waktu untuk mengikuti kualifikasi dari berbagai konfederasi dan melihat siapa saja yang akhirnya lolos. Zona Eropa (UEFA) akan mengirim 16 tim, jauh lebih banyak dari sebelumnya.
Satu hal yang pasti: skala turnamen ini akan melampaui semua edisi sebelumnya, baik dari jumlah pertandingan, jumlah negara tuan rumah, maupun jumlah penonton yang hadir langsung. Apakah kualitas sepak bolanya ikut meningkat? Itu pertanyaan yang baru bisa dijawab setelah peluit pertama berbunyi di musim panas 2026.
